Benarkah Sekolah Gak Berguna?

March 21, 2019
 
Apakah bekerja harus dengan kantor yang luas, dingin dan lain sebagainya?

“Kalau semakin banyak lulusan dari universitas, pada mau dikemanain semuanya?”
Yap, ini pertanyaan menarik. Karena kebanyakan dari kita masih menganggap pekerjaan harus berada di kantor, dengan baju yang bagus, ruangan yang luas, air conditioner yang dingin dan banyak hal lainnya.

Apakah defenisi “bekerja” harus sesuai dengan standart yang kita tetapkan sendiri?
Sebenarnya jika kita bertanya sedikit lebih dalam, apa tujuan kita sekolah yang pintar dan kemudian kuliah juga cum laude? Kemudian, kita mengikuti pelajaran tambahan hanya karena nilai kita jelek? Semua hal ini tujuannya apa? Tentunya jawabannya, agar kita mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang juga baik tentunya. 

Apakah benar ini semua adalah tujuan kita sekolah? Bukan. Karena pada akhirnya, kesuksesan adalah di tangan kita sendiri. Jika nilai menjamin kesuksesan, maka yang nilainya baik dan kuliahnya cum laude, seharusnya akan mendapat pekerjaan yang layak. Namun pada kenyataannya, saya menemukan mereka dengan nilai sempurna, namun tidak pernah bekerja sekalipun sampai dia menikah.

Lalu, apakah ini berarti sekolah menjadi tidak berguna? Tentu saja tidak. Sekolah tetap saja ada gunanya, dalam menata cara berpikir kita. Melatih kerjasama dalam kehidupan sosial juga bisa kita dapatkan di sekolah. Namun, sekolah saja tidak cukup dalam menggapai sukses. Banyak hal yang masih perlu kita kuasai.

Seperti yang saya paparkan di artikel sebelumnya, Ada Apa Dunia Kerja, bahwa dunia zaman sekarang memerlukan kekhususan. Jika yang diperlukan kekhususan, lalu kenapa anak harus memahami semua mata pelajaran dengan baik? Apakah guru Fisika bisa mengajar Bahasa Indonesia dengan baik? Kalau jawabannya adalah tidak, kenapa kita harus memaksa anak kita pintar dalam segala hal.

Deddy Courbuzier pernah mengatakan, “Semakin banyak ilmu yang diketahui, maka akan semakin bingung dalam menentukan tujuannya.” Yap. Mari kita renungkan. Ketika seorang yang paham banget akan ilmu akuntansi, mungkin akan sangat ketakutan untuk berdagang. Hal ini karena ia paham apa yang akan terjadi berikutnya. Bangkrut dan lain-lain. Namun, buat mereka yang tidak memilki ilmu tersebut, mungkin tidak ada pilihan. Jalankan dan belajar kemudian. Sehingga mereka menguasai dengan baik, karena menguasai ilmu satu, kemudian praktek. Dan mereka pun menguasai dunianya.

Lalu, apakah kita akan tetap memberikan sejuta pelajaran tambahan hanya karena nilainya tidak begitu baik? Atau memberikan pelajaran tambahan di pelajaran yang nilainya tertinggi dan dia sangat menyukainya? Jika yang dibutuhkan kekhususan yang dibutuhkan di zaman sekarang, seperti dipaparkan  di artikel sebelumnya, maka manakah yang akan jadi pilihan kita agar anak-anak kita bertahan di dunia kerja? 

2 comments:

  1. Setuju kak, sampai tahap ini aku masih yakin kalau sekolah itu (termasuk kuliah) tetap ada gunanya, misalnya untuk membentuk sudut pandang dan cara berpikir kita menjadi lebih baik. Tapi untuk sukses, masih banyak faktor lainnya yang mendukung hal tersebut

    ReplyDelete
  2. Bener banget, bang, masih banyak yang harus kita pelajari untuk bisa sukses.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.